fost-nepal.org – Industri kecerdasan buatan (AI) sedang berupaya mendapatkan konten yang dapat dilisensikan dengan cara yang legal dan aman. Dalam konteks ini, Amazon dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk meluncurkan sebuah pasar yang memungkinkan penerbit untuk melisensikan konten mereka secara langsung kepada perusahaan AI. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya tuntutan hukum dan tuduhan pelanggaran hak cipta yang melanda industri tersebut.
Pada Senin, sebuah laporan menjelaskan bahwa Amazon telah melakukan pertemuan dengan eksekutif penerbit dan memberikan informasi mengenai rencananya untuk pasar tersebut. Persiapan untuk acara AWS yang berlangsung pada Selasa juga menunjukkan adanya presentasi yang mencakup informasi tentang pasar konten.
Meskipun seorang juru bicara Amazon tidak mengkonfirmasi secara langsung mengenai pasar ini, mereka menegaskan akan terus menjalin hubungan inovatif dengan penerbit dalam berbagai aspek bisnisnya, termasuk AWS dan periklanan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Amazon tetap berkomitmen untuk menciptakan solusi yang saling menguntungkan.
Amazon bukanlah satu-satunya perusahaan teknologi besar yang menjajaki cara ini. Microsoft baru-baru ini meluncurkan Marketplace Konten Penerbit yang bertujuan memberikan sumber pendapatan baru bagi penerbit sekaligus memberikan sistem AI akses yang lebih besar ke konten premium. Rencana-rencana ini mencerminkan upaya untuk menyelesaikan masalah hukum terkait penggunaan materi yang dilindungi hak cipta dalam data pelatihan AI.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran penerbit tentang dampak ringkasan AI terhadap pengunjung situs, adanya sistem berbasis pasar diharapkan dapat menciptakan model bisnis yang lebih berkelanjutan untuk masa depan. Dengan peningkatan penggunaan AI, inisiatif semacam ini dapat membuka peluang baru bagi penerbit untuk memperoleh pendapatan lebih.