fost-nepal.org – Tory Bruno, mantan CEO United Launch Alliance (ULA), resmi bergabung dengan Blue Origin sebagai presiden di National Security Group yang baru dibentuk. Langkah ini diharapkan menjadi tanda pergeseran besar dalam persaingan ruang angkasa komersial, terutama antara Blue Origin dan SpaceX yang didirikan Jeff Bezos.
Bruno, yang sebelumnya memimpin ULA selama 11 tahun dan memiliki pengalaman tiga dekade di Lockheed Martin, merasa antusias dapat bekerja sama dengan Bezos untuk melakukan pekerjaan penting di bidang teknologi dan peluncuran. Dalam pengumumannya, Blue Origin menyatakan bahwa Bruno akan melapor kepada CEO Dave Limp, yang mengungkapkan keyakinannya terhadap kemampuan Bruno dalam mendukung misi perusahaan.
Blue Origin, yang berbasis di Kent, Washington, kini berupaya untuk meningkatkan daya saingnya menyusul pergeseran dominasi peluncuran dari ULA ke SpaceX dalam beberapa tahun terakhir. Seperti tercatat, tahun ini saja, SpaceX telah melakukan 165 peluncuran sementara ULA hanya enam kali.
Di bawah kepemimpinan Bruno, Blue Origin berharap dapat meraih lebih banyak kontrak peluncuran untuk keperluan keamanan nasional menggunakan roket New Glenn. Meskipun telah terdaftar sebagai penyedia layanan oleh Pentagon, New Glenn masih perlu menyelesaikan dua peluncuran sukses untuk menyelesaikan proses sertifikasi dari Space Systems Command.
Sebelum bergabung dengan Blue Origin, Bruno dikabarkan meninggalkan ULA untuk mengejar kesempatan baru, dengan John Elbon ditunjuk sebagai CEO sementara ULA. Ini menjadi fase baru bagi Bruno dalam kariernya, dan turut memengaruhi pasar peluncuran ruang angkasa di masa mendatang.