fost-nepal.org – Penggunaan ChatGPT di Tiongkok semakin meningkat meskipun platform ini diblokir oleh pemerintah. Banyak pengguna merasakan kekonyolan dalam respons chatbot tersebut, terutama terkait dengan frasa “我会稳稳地接住你” yang berarti “Saya akan menangkapmu dengan mantap”. Frasa ini muncul berulang kali saat pengguna mengajukan berbagai permintaan, seperti soal matematika, menjadi lelucon di kalangan pengguna Tiongkok.
Frasa ini ditanggapi dengan keberatan oleh banyak penutur asli, yang menganggapnya terlalu akrab dan tidak pada tempatnya. ChatGPT juga sering kali menambahkan kalimat-kalimat berlebihan yang menyiratkan kehadiran dan penyangkalan. Fenomena ini disebut “mode collapse” oleh Max Spero, CEO Pangram, yang menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena model bahasa terlatih seringkali mendapatkan umpan balik yang tidak tepat pasca pelatihan.
Frasa “Saya akan menangkapmu dengan mantap” telah menjadi meme di internet Tiongkok, bahkan menginspirasi pengembang muda bernama Zeng Fanyu untuk menciptakan alat teknik prompt bernama Jiezhu. Alat ini bertujuan untuk membantu chatbot dalam memahami maksud pengguna. Zeng mengungkapkan bahwa ide untuk proyek ini muncul dari lelucon yang diketahuinya.
OpenAI, selaku pengembang ChatGPT, menyadari fenomena ini. Dalam peluncuran model gambar baru, mereka bahkan membagikan gambar yang menggambarkan ketidaksenangan seorang peneliti Tiongkok atas penggunaan frasa yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa meski terdapat ketidakpuasan pengguna, perilaku bahasa yang unik ini menjadi perhatian tersendiri, menggambarkan kompleksitas dalam penerjemahan dan interaksi manusia dengan AI.