fost-nepal.org – China telah menjadi negara pertama di dunia yang mengoperasikan pusat data bawah air (UDC) yang menggunakan energi angin sebagai sumber daya. Pusat data ini terletak di lepas pantai Shanghai dan merupakan langkah signifikan dalam strategi negara tersebut untuk memastikan pasokan energi di tengah pertumbuhan pesat kecerdasan buatan (AI), sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan dampak lingkungan dari infrastruktur teknologi.
Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan swasta HiCloud Technology dan China Communications Construction yang didukung investasi sebesar 1,6 miliar yuan, setara dengan sekitar 236 juta dolar AS. Dengan kapasitas awal 24 megawatt, pusat data ini dibangun pada kedalaman 10 meter di Zona Khusus Lin-gang, yang merupakan bagian dari Zona Perdagangan Bebas Percontohan di Shanghai. Pemasangan ini memanfaatkan air laut sebagai sistem pendingin alami, yang mengurangi penggunaan energi untuk pendinginan hingga kurang dari 10 persen.
Efisiensi termal dari UDC ini tercermin dalam efektivitas penggunaan daya (PUE). Dalam fase pertamanya, fasilitas ini dirancang untuk mencapai PUE tidak lebih dari 1,15, yang dianggap sebagai standar tinggi dalam industri. Sebelumnya, HiCloud juga meluncurkan pusat data bawah air komersial pertama di dunia di Hainan. Namun, kompleks di Shanghai merupakan yang pertama yang beroperasi dengan menggunakan energi angin lepas pantai.
Proyek ini dilihat sebagai langkah penting dalam upaya China mengoptimalkan pasokan energi melalui sumber terbarukan dan mempertahankan kepemimpinan dalam kapasitas komputasi yang terkait dengan pengembangan AI. Menurut laporan PBB, hanya 32 negara memiliki pusat data yang mengkhususkan diri dalam AI, dengan sekitar 90 persen infrastruktur global terkonsentrasi di China dan Amerika Serikat.
Dalam konteks ini, strategi kemandirian energi Beijing menarik perhatian, terutama mengingat China adalah konsumen energi terbesar di dunia. Negara ini sedang menjajaki teknologi baru serta memperluas sumber energi terbarukan dan nuklir untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan keamanan energi nasional.