fost-nepal.org – Bencana besar yang menyangkut perkembangan kecerdasan buatan (AI) memberikan dampak signifikan bagi industri. Seiring dengan kematangan teknologi ini, saat ini terjadi pencarian untuk menerapkan AI dalam aplikasi yang lebih praktis dan efisien. Peneliti memperkirakan bahwa hingga 2026, sejumlah tren akan memengaruhi cara perusahaan mengadopsi dan memanfaatkan AI.
Salah satu tren utama adalah pembelajaran berkelanjutan, yang memungkinkan model AI memperbarui pengetahuan mereka tanpa harus dilatih ulang. Sebelumnya, pelatihan ulang menjadi sulit dan mahal. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengantisipasi perubahan lingkungan dan memperbaiki keputusan yang diambil oleh model AI.
Selanjutnya, model dunia (world models) dirancang untuk membantu sistem AI memahami lingkungan mereka tanpa bergantung pada data yang diberi label manusia. Ini berpotensi meningkatkan respons AI terhadap situasi yang tidak terduga dan membuatnya lebih adaptif terhadap realitas.
Orkestrasi adalah tren lain yang mengatasi masalah ketika AI gagal dalam tugas dunia nyata. Melalui pemilihan model yang tepat untuk berbagai langkah, orkestrasi dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi sistem AI dalam menggunakan alat-alat eksternal.
Selain itu, teknik penyempurnaan memberikan cara untuk mengubah satu jawaban menjadi proses yang terkontrol. Model ini bekerja dengan menghasilkan output awal, mendapatkan umpan balik, dan secara iteratif meningkatkan hasilnya tanpa perlu pelatihan tambahan.
Dengan memperhatikan tren-tren ini, perusahaan yang ingin mengadopsi AI diharapkan dapat lebih efisien dan adaptif, menjadikan aplikas-aplikasi AI mereka lebih relevan dan bermanfaat dalam konteks dunia yang terus berubah.