GM Setuju Membayar $12,75 Juta untuk Penyelesaian Privasi Pengemudi

fost-nepal.org – General Motors (GM) baru-baru ini mencapai kesepakatan terkait privasi dengan sejumlah lembaga penegak hukum di California yang dipimpin oleh Jaksa Agung Rob Bonta. Kesepakatan ini menyusul laporan dari media yang menyebutkan bahwa GM telah membagikan informasi perilaku berkendara pelanggan kepada perusahaan asuransi, yang menyebabkan kekhawatiran di kalangan konsumen terkait kenaikan tarif asuransi mereka.

Menurut Bonta, GM dituduh menjual data seperti nama, kontak, data lokasi, dan perilaku berkendara dari ratusan ribu penduduk California kepada broker data seperti Verisk Analytics dan LexisNexis Risk Solutions. Data tersebut dikumpulkan melalui program OnStar milik GM, dan perusahaan diduga meraup sekitar $20 juta dari penjualan data ini. Namun, Bonta menyatakan bahwa data tersebut tidak berkontribusi pada kenaikan harga asuransi di California, kemungkinan karena hukum asuransi di negara bagian tersebut melarang penggunaan data berkendara untuk menentukan tarif asuransi.

Dalam kesepakatan tersebut, GM sepakat membayar denda sipil sebesar $12,75 juta dan menghentikan penjualan data berkendara kepada lembaga pelaporan konsumen selama lima tahun ke depan. GM juga diharuskan menghapus data pengemudi yang masih dimilikinya dalam waktu 180 hari, kecuali jika mendapatkan persetujuan dari pelanggan, serta meminta Verisk dan LexisNexis untuk menghapus data tersebut.

Bonta menegaskan bahwa GM menjual data pengemudi California tanpa pengetahuan atau persetujuan mereka, meskipun sebelumnya perusahaan memberikan jaminan bahwa praktik tersebut tidak akan dilakukan. Kesepakatan ini dinilai penting untuk menekankan minimisasi data dalam hukum privasi California, yang melarang perusahaan menyimpan dan menggunakan data untuk tujuan lain. GM sebelumnya juga telah menyelesaikan kasus terkait penjualan datanya dengan Komisi Perdagangan Federal (FTC).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *