fost-nepal.org – Pekan ini, Amazon dan Microsoft sedang bersaing untuk mendefinisikan era baru kecerdasan buatan (AI) konsumen. Dalam upaya ini, Amazon berupaya meningkatkan Alexa menjadi chatbot AI generatif dengan fitur baru, termasuk portal web dan aplikasi Alexa yang diperbaharui. Di sisi lain, Microsoft berfokus untuk menarik perhatian retailer melalui peluncuran fitur Copilot Checkout, yang menjadi bagian dari persaingan dalam dunia belanja AI.
Selain itu, Google juga memperkenalkan “AI Inbox” untuk Gmail yang bertujuan berfungsi seperti asisten eksekutif dalam pengelolaan email. Dalam podcast kali ini, tim juga berbagi pengalaman eksperimen dengan alat pengumpan burung pintar yang menghasilkan hasil mengejutkan, sebutan “fuzzy birds,” akibat dari pengaturan panjang fokus yang tidak tepat. Mereka turut membahas penggunaan otomatisasi AI di desktop Windows menggunakan Vy dari startup Vercept yang berbasis di Seattle.
Selain topik teknologi, tim podcast memberi rekomendasi film dokumenter Netflix berjudul Cover-Up, yang mengisahkan tentang jurnalis investigasi legendaris Seymour Hersh. Mereka mempertanyakan, apa yang akan ditemukan if Hersh dapat mendigitalkan catatannya dan memprosesnya melalui model AI.
Akhirnya, mereka juga menyayangkan penutupan salah satu surat kabar besar di Amerika, Pittsburgh Post-Gazette, dan mengenang momen ketika GeekWire muncul di halaman editorial koran tersebut. Diskusi ini tidak hanya menunjukkan inovasi dalam teknologi, tetapi juga menggambarkan dampak perubahan media terhadap jurnalisme dan informasi.