fost-nepal.org – Perkembangan teknologi pengawasan, khususnya perangkat yang diklaim mampu mendeteksi mikrofon tersembunyi, menjadi sorotan utama setelah Deveillance meluncurkan produk bernama Spectre. Teknologi ini mengklaim dapat mendeteksi frekuensi radio (RF) dari mikrofon yang berdekatan. Namun, sejumlah kritik muncul, menyebutkan bahwa efektivitas mendeteksi mikrofon melalui emisi RF hanya berlaku jika perangkat berada sangat dekat dengan sumbernya.
Jordan, seorang insinyur, berpendapat bahwa jika klaim Deveillance benar, hal tersebut akan mengubah landasan teknologi yang ada. Selain itu, Deveillance juga mempertimbangkan penggunaan metode deteksi non-linear junction detection (NLJD) yang biasa digunakan oleh profesional keamanan. Meskipun demikian, tantangan tetap ada, karena banyak faktor di sekitar ruangan dapat memengaruhi sebaran frekuensi tersebut.
Beberapa insinyur, termasuk Dave Jones, skeptis terhadap klaim Deveillance, menilai bahwa produk mereka hanya mampu mendeteksi perangkat audio Bluetooth, bukan semua tipe mikrofon. Baradari, juru bicara Deveillance, menekankan bahwa Spectre memadukan teknologi RF dan Bluetooth rendah energi dalam mendeteksi mikrofon.
Konfirmasi mengenai keefektifan perangkat ini masih dipertanyakan. Meskipun Baradari membagikan video pendek yang menunjukkan penggunaan Spectre, tidak cukup bukti yang mendukung klaim mereka. Menanggapi kritik, Baradari mengakui bahwa teknologi ini masih dalam tahap pengembangan dan menerima masukan sebagai hal yang positif.
Pakar keamanan siber, John Scott-Railton, mencatat bahwa meskipun ada kritik, perhatian publik terhadap produk ini mencerminkan kebutuhan akan perangkat yang dapat melindungi privasi dari rekaman yang melanggar. Ditekankan bahwa perlunya regulasi terhadap perusahaan yang mengembangkan teknologi ini untuk menjaga keselamatan pengguna di era digital.