Kampanye untuk Menghancurkan Renee Good berlangsung sengit

fost-nepal.org – Peristiwa tragis menimpa Renee Nicole Good, seorang ibu tiga anak dan penyair, yang ditembak oleh agen ICE, Jonathan Ross, di Minneapolis pada 7 Januari. Menurut laporan, Good mengalami empat luka tembakan. Tak lama setelah kejadian, Sekretaris Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem, mengecam Good sebagai “teroris domestik” dan menuduhnya menggunakan kendaraannya sebagai senjata. Tudingan serupa muncul dari Presiden Donald Trump yang menyatakan Good secara sengaja menabrak agen tersebut.

Tanggapan dari berbagai pihak terhadap insiden ini sangat beragam, menciptakan kontroversi. Walau rekaman video oleh saksi mata menunjukkan bahwa Good berusaha melarikan diri saat tembakan dilepaskan, banyak media konservatif langsung menyalahkan kematian Good. Beberapa komentator bahkan menyebutnya sebagai “agitator lesbian”. Penilaian tersebut mencerminkan sikap negatif terhadap identitas Good sebagai wanita queer, yang tampaknya menjadi alasan tambahan untuk menyalahkannya.

Good dan pasangannya, Becca, baru saja pindah ke Minneapolis untuk memulai kehidupan baru setelah meninggalkan Kansas City, Missouri. Becca menggambarkan hubungan mereka yang saling mendukung dan berupaya menjalani kehidupan yang lebih baik setelah pemilihan 2024.

Dua hari setelah penembakan, rekaman yang diduga berasal dari ponsel Ross bocor ke publik, menunjukkan momen menjelang insiden tersebut. Dalam video tersebut, Good tampak tenang, berkomunikasi dengan orang yang merekam, sementara Becca menghadapi Ross di luar kendaraan. Hal ini mengungkapkan konteks yang berbeda dari narasi yang telah dibangun.

Kritik terhadap reaksi media dan komentar terkait insiden ini juga muncul, menunjukkan adanya kebencian terhadap wanita, khususnya wanita liberal. Dalam hal ini, tindakan dan narasi yang dibangun terhadap Good menggambarkan pandangan negatif terhadap perempuan yang menentang otoritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *