[original_title]

Komdigi Dukung Perlindungan Anak dari Kekerasan Digital

fost-nepal.org – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengeluarkan peringatan mengenai risiko paparan kekerasan yang dapat dialami anak-anak melalui video online. Peringatan ini menyatakan bahwa satu video yang berisi kekerasan dapat memicu rangkaian rekomendasi konten serupa, sehingga anak-anak semakin terpapar narasi berbahaya. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Mediodecci Lustarini, algoritma platform media sosial mengambil data dari aktivitas menonton pengguna dan menyuguhkan konten berdasarkan ketertarikan yang terdeteksi.

Mediodecci menjelaskan bahwa ketika anak-anak menghabiskan waktu menonton video tertentu, sistem akan merekam dan menilai ketertarikan mereka. Hal ini berpotensi membuat konten yang berkaitan dengan kekerasan mendominasi tayangan yang mereka lihat. Ia juga menyoroti masalah munculnya “echo chamber” yang menyebabkan anak hanya menerima pesan-pesan yang memperkuat pandangan serupa, yang dalam situasi ini, dapat membuat narasi kekerasan tampak normal dan dapat dibenarkan.

Lebih lanjut, Mediodecci menekankan bahwa narasi kekerasan sering kali dikemas dalam bentuk kepahlawanan, yang membentuk persepsi anak bahwa mereka memiliki peran penting dalam memperbaiki dunia, meski tindakan yang didorong dapat membahayakan orang lain. Proses pengaruh ini berlangsung dalam video pendek dan interaksi di komunitas daring tanpa perlu pertemuan fisik.

Dalam menghadapi tantangan ini, Mediodecci menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan platform digital. Ia menjelaskan bahwa pengawasan keluarga tidak bisa berjalan sendiri; platform juga harus bertanggung jawab dalam mengendalikan fitur dan sistem yang membentuk pengalaman anak di dunia digital. Regulasi diperlukan untuk memastikan platform berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *