[original_title]

OpenAI Mengakui Bahwa Serangan Prompt Injection Tetap Ada

fost-nepal.org – OpenAI mengakui bahwa ancaman prompt injection dalam sistem kecerdasan buatan (AI) adalah masalah serius dan akan terus ada. Dalam sebuah pembahasan mendalam, perusahaan ini menekankan bahwa prompt injection, yang mirip dengan penipuan di dunia maya, sulit untuk diselesaikan sepenuhnya. Meskipun tidak ada hal baru dalam hal risiko ini, pengakuan OpenAI menjadi penting bagi organisasi yang menggunakan AI dalam operasionalnya.

Menurut survei oleh VentureBeat, hanya 34,7% dari 100 pengambil keputusan teknis yang disurvei sudah mengimplementasikan pertahanan khusus terhadap prompt injection. Ini menunjukkan adanya celah besar antara realitas ancaman dan kesiapan perusahaan. Banyak perusahaan yang belum memiliki alat untuk mendeteksi dan mencegah serangan ini, meskipun ancaman tersebut semakin nyata.

OpenAI telah mengembangkan sistem penyerang otomatis menggunakan pembelajaran penguatan untuk mengidentifikasi kerentanan di dalam AI. Sistem ini dapat menurunkan agen ke dalam alur kerja berbahaya yang kompleks, sehingga meningkatkan risiko terhadap pengguna. Salah satu contoh serangan yang berhasil diungkap adalah ketika rekomendasi palsu dalam email menyebabkan agen mengirim surat pengunduran diri kepada CEO pengguna.

Perusahaan juga memberikan saran kepada para pengguna untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan instruksi luas dan memastikan pengaturan yang tepat ketika agen tidak memerlukan akses ke situs yang terautentikasi. Kesiapan perusahaan dalam menghadapi tantangan ini, serta keputusan untuk menggunakan alat pertahanan, menjadi kunci di masa depan.

Sikap OpenAI yang transparan tentang keterbatasan keamanannya menunjukkan bahwa meskipun teknologi terus berkembang, ancaman prompt injection tidak akan hilang. Organisasi harus meningkatkan fokus mereka pada pengawasan dan pertahanan aktif terhadap risiko ini agar dapat melindungi sumber daya mereka secara efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *