[original_title]

SF Menang Karena Mereka Berinvestasi Berdasarkan Vibes

fost-nepal.org – Ekosistem startup Seattle memiliki potensi besar, namun masih kekurangan budaya pengambilan risiko dan sistem dukungan yang kuat bagi para pendiri yang siap berinovasi. Hal ini terungkap dalam sebuah acara nonton Piala Dunia yang digelar di GeekWire, di mana anggota komunitas teknologi berbagi pandangan tentang perbaikan yang perlu dilakukan dalam ekosistem startup kota tersebut.

Beberapa pendiri dan pelaku industri, seperti Jen Haller dari Ascend, menyoroti kebutuhan lebih banyak sumber daya bagi pendiri tahap awal. Menurutnya, komunitas harus menyediakan peluang untuk edukasi dalam membangun dan memodernisasi perusahaan, serta membantu proses penggalangan dana. Selain itu, Haller juga mencatat bahwa ada banyak perusahaan luar biasa yang tidak layak mendapatkan dukungan modal ventura, yang mengakibatkan hilangnya potensi inovasi.

Matthew Barclay, mantan pegawai Google yang kini menjadi co-founder perusahaan AI, menambahkan bahwa kurangnya keberanian untuk mengambil risiko di kalangan investor dan tenaga kerja menghambat pertumbuhan ekosistem. Dia berpendapat bahwa jika budaya pengambilan risiko lebih berkembang, akan ada lebih banyak inovasi yang muncul dari Seattle.

Pendiri lainnya, Emeka Alozie, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung keberanian berinovasi. Dia percaya bahwa keberadaan perusahaan-perusahaan berani akan menarik lebih banyak modal dan dukungan dari investor. Sementara itu, Shannon Swift mengusulkan perlunya poros informasi yang terpusat bagi para pendiri untuk menemukan sumber daya yang mereka butuhkan.

Jordan Baker, managing partner di Athenaeum Ventures, menilai bahwa investasi yang lebih banyak berdasarkan naluri daripada angka-angka yang terlihat sempurna dapat menjadi kunci kemajuan bagi startup di Seattle. Semua elemen ada, namun keterhubungan adalah kunci keberhasilan ekosistem startup ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *