fost-nepal.org – Telkomsel mengumumkan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan fokus pada tiga pilar utama, dalam rangka mendukung program GoZero menuju Net Zero 2060. Pernyataan tersebut disampaikan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang berlangsung pada 5 Juni 2026. Telkomsel berupaya untuk menciptakan dampak yang signifikan terhadap lingkungan dan masyarakat melalui inisiatif yang terintegrasi.
Diaz F.M. Hendropriyono, Komisaris Utama Telkomsel sekaligus Wakil Menteri Lingkungan Hidup RI, mengapresiasi langkah perusahaan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pentingnya harmonisasi antara kemajuan bisnis dan kesejahteraan lingkungan. “Dunia usaha perlu mengambil peran besar dalam mengatasi tantangan perubahan iklim,” katanya.
Telkomsel telah merumuskan tiga pilar keberlanjutan, yaitu Jaga Cita, Jaga Data, dan Jaga Bumi. Pilar Jaga Cita berfokus pada pemberdayaan talenta dan perluasan akses digital guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Pada tahun 2025, Telkomsel menyasar 156,1 juta pelanggan mobile dan 10,3 juta pengguna IndiHome B2C, serta berhasil menjangkau 360 desa yang sebelumnya belum terlayani.
Sementara itu, Jaga Data bertujuan untuk menjaga kepercayaan publik melalui keamanan layanan yang bertanggung jawab. Perusahaan telah meningkatkan manajemen informasinya dengan menciptakan sistem yang mematuhi standar internasional, termasuk ISO 27001 dan ISO 27701, demi perlindungan data dan siber yang efektif.
Melalui pendekatan ini, Telkomsel menunjukkan komitmen yang kuat untuk menciptakan praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan upaya global untuk melawan perubahan iklim dan meningkatkan kualitas hidup di masyarakat.