fost-nepal.org – Benchmarking telah menjadi norma di industri untuk menilai kemampuan model kecerdasan buatan (AI). Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menonjol dari pesaing mereka saat hasilnya menguntungkan. Meskipun demikian, sistem benchmarking lama tidak lagi mampu mengukur kemampuan model modern dengan efektif.
Vals, sebuah startup yang didirikan pada tahun 2024, berupaya memperbaiki sistem tersebut. Dalam waktu kurang dari dua tahun, perusahaan ini telah meraih perhatian di industri teknologi dan berhasil mengamankan pendanaan awal dari 8VC dan Bloomberg Beta. Bulan lalu, Vals mengumpulkan dana sebesar $40 juta dalam putaran pendanaan Seri A yang dipimpin oleh Andreessen Horowitz.
Rayan Krishnan, co-founder berusia 25 tahun, sebelumnya magang di Palantir dan memiliki pengalaman di Microsoft serta laboratorium AI terkemuka di Stanford. Menurut Krishnan, Vals lahir dari pengamatannya bahwa benchmarking tidak mengikuti perkembangan pesat dalam industri.
“Muncul banyak model baru yang canggih, sementara benchmark akademis tidak dapat mengikuti perkembangan tersebut,” ujar Krishnan. Vals bertujuan untuk memastikan bahwa model AI dapat memenuhi klaim yang disampaikan perusahaan.
Vals mengedepankan metodologi berbeda dengan tidak mengungkapkan materi tes secara publik, sehingga mengurangi kemungkinan perusahaan “mencontek”. Vals tidak hanya mengukur pengetahuan umum model, tetapi juga kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas kompleks di berbagai industri seperti hukum dan keuangan.
Startup ini semakin memperluas area pengukurannya, mencakup bidang kesehatan mental, keamanan siber, dan hukum konflik bersenjata. Dengan pendapatan yang meningkat delapan kali lipat dibanding tahun lalu dan pertumbuhan tim dari delapan menjadi 25 orang, Vals berencana untuk memperluas kantor dan merekrut lebih banyak staf.
Krishnan percaya bahwa sistem benchmarking yang mereka kembangkan akan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap perusahaan AI, seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi ini di berbagai sektor ekonomi.