fost-nepal.org – Washington mencatat pencapaian penting dalam upaya melindungi kesehatan mental anak muda melalui penyelesaian hukum dengan Meta, yang mencakup Facebook dan Instagram. Kesepakatan ini, senilai hingga $339 juta, merupakan bagian dari penyelesaian multinegara sebesar $17,1 miliar. Penyelesaian ini muncul setelah dugaan bahwa Meta sengaja merancang fitur-fitur yang membuat ketagihan dan berdampak negatif pada kesehatan mental remaja.
Jaksa Agung Washington, Nick Brown, mengungkapkan pada Rabu bahwa perjanjian ini akan menerapkan perubahan penting untuk keselamatan anak muda, termasuk pembatasan waktu penggunaan harian yang ketat, penguncian akses pada malam hari, dan penghentian notifikasi selama jam sekolah. “Kesepakatan ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keselamatan kalian lebih penting daripada keuntungan Meta,” ungkapnya.
Di bawah kesepakatan ini, Meta diwajibkan untuk membatasi penggunaan Instagram dan Facebook bagi pengguna muda dengan waktu maksimal dua jam per hari, menutup notifikasi antara pukul 08.00 sampai 15.00, serta membatasi akses dari tengah malam hingga 06.00. Pengguna remaja juga akan diberikan opsi untuk menonaktifkan umpan algoritmik demi tampilan kronologis.
Perjanjian ini merupakan hasil dari tuntutan oleh 47 negara bagian, Washington D.C., dan tiga wilayah. Meskipun Meta memperkirakan biaya penyelesaian ini mencapai $18 miliar dalam 10 tahun ke depan, situasi ini dianggap penting dalam menghadapi litigasi keselamatan anak muda yang luas di seluruh negeri.
Dana hasil kesepakatan ini akan digunakan untuk menutupi biaya hukum serta mendukung program-program negara yang bertujuan mengatasi krisis kesehatan mental anak muda akibat penggunaan media sosial. Selain itu, kesepakatan ini juga mengharuskan adanya auditor independen yang akan mengevaluasi kepatuhan Meta selama lima tahun ke depan.