fost-nepal.org – Dalam beberapa waktu terakhir, muncul klaim di media sosial tentang kemungkinan Bumi akan memiliki durasi 25 jam dalam sehari, yang dapat mengubah cara hidup manusia secara signifikan. Klaim tersebut menarik perhatian, namun apa faktanya?
Para peneliti mengungkapkan bahwa secara perlahan, waktu di Bumi memang mengalami perubahan. Penelitian menunjukkan bahwa interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan berkontribusi terhadap peningkatan durasi hari. Saat ini, satu hari di Bumi terdiri dari 24 jam, tetapi seiring berjalannya waktu, kondisi ini diperkirakan akan berubah.
Fenomena ini berkaitan dengan posisi Bulan yang semakin menjauh dari Bumi. Bulan, yang terletak sekitar 238.000 mil dari planet kita, membutuhkan waktu sekitar 27,3 hari untuk menyelesaikan orbitnya. Namun, selama ini, penelitian telah menunjukkan bahwa Bulan bergerak menjauh sekitar 1,5 inci per tahunnya. Dengan kecepatan ini, waktu yang diperlukan Bulan untuk selesaikan satu orbit akan semakin lama, yang berujung pada perubahan durasi hari.
Para ahli menyatakan bahwa meskipun perubahan ini terjadi sangat lambat, dampaknya terhadap kehidupan manusia dalam jangka panjang bisa sangat penting. Meningkatnya durasi hari ini menunjukkan bahwa kehidupan di Bumi akan terus beradaptasi dengan perubahan tersebut. Namun, perubahan menjadi 25 jam per hari tidak terjadi dalam waktu dekat dan masih menjadi subjek penelitian lebih lanjut.
Menghadapi klaim tersebut, penting bagi publik untuk memisahkan fakta dari spekulasi, dan untuk mempercayai informasi yang didasarkan pada penelitian yang berbasis ilmiah. Informasi ini memberikan perspektif yang lebih jelas tentang bagaimana Bumi dan Bulan saling berinteraksi dan dampaknya terhadap kehidupan manusia ke depan.