fost-nepal.org – BuzzFeed, perusahaan media asal Amerika Serikat yang terkenal dengan kuis dan artikel daftar, sedang melakukan upaya untuk mengadaptasi diri di era kecerdasan buatan (AI). Dalam konferensi SXSW yang diadakan di Austin, CEO dan salah satu pendiri BuzzFeed, Jonah Peretti, memperkenalkan inisiatif terbaru mereka yang dinamakan Branch Office, sebuah spin-off yang berfokus pada penggunaan AI dalam aplikasi yang bertujuan untuk kreativitas dan koneksi antar pengguna.
Peretti menyatakan bahwa Branch Office merupakan kelanjutan dari eksperimen yang telah dilakukan BuzzFeed dengan teknologi AI selama bertahun-tahun. Dalam presentasi yang diwarnai beberapa masalah teknis, ia menjelaskan bahwa penggunaan AI sangat penting untuk membangun koneksi dan komunitas di sekitar budaya dan selera. Direktur produk BuzzFeed, Bill Shouldis, juga ikut mempresentasikan dua aplikasi baru: BF Island dan Conjure.
BF Island adalah platform obrolan grup yang menawarkan fitur untuk memodifikasi foto menggunakan AI. Meskipun teknologi ini bukanlah hal baru, keunikan dari aplikasi ini terletak pada perpustakaan tren dan meme terkini yang dikelola oleh tim editorial, sehingga dapat menginspirasi pengguna untuk membuat foto AI yang relevan dengan tren terkini. Sementara itu, Conjure memberikan panduan bagi pengguna untuk mengambil foto harian dari berbagai objek, bukan hanya diri mereka sendiri.
Walaupun hadir dengan konsep menarik, presentasi ini tidak membuahkan tanggapan positif dari audiens. Hal ini menciptakan keraguan mengenai kemampuan BuzzFeed untuk bersaing di pasar yang terus berubah. Peretti mengakui bahwa meskipun AI menyediakan potensi untuk pengembangan perangkat lunak yang lebih cepat, menarik minat pengguna tetap menjadi tantangan besar yang harus dihadapi.