[original_title]

Mengapa Pertanyaan “API Mana yang Saya Panggil?” Kurang Relevan di Era LLM

fost-nepal.org – Dalam perkembangan terbaru di dunia teknologi, Model Context Protocol (MCP) muncul sebagai paradigma baru dalam interaksi perangkat lunak, memfokuskan pada permintaan berbasis niat pengguna. Selama beberapa dekade, pengguna telah beradaptasi dengan berbagai perangkat lunak melalui perintah shell, API, dan SDK, namun sekarang pertanyaan mulai bergeser dari “fungsi mana yang harus dipanggil?” menjadi “apa hasil yang ingin saya capai?”.

MCP memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan sistem perangkat lunak menggunakan bahasa alami, menghilangkan kebutuhan untuk mengingat atau memilih nama fungsi yang tepat. Dalam struktur ini, sistem dapat memahami maksud pengguna dan mengeksekusi alur kerja yang diperlukan, sehingga mempermudah akses data tanpa keahlian teknis yang mendalam. Hal ini menjadi penting, terutama bagi perusahaan yang menghadapi tantangan integrasi sistem yang kompleks dan tingginya biaya pelatihan pengguna.

Berbagai studi independen telah menunjukkan bahwa pergeseran ini diperlukan untuk pengintegrasian alat yang dapat dimanfaatkan oleh LLM (Large Language Model). Dalam implementasinya, pengguna dapat menyatakan maksud mereka, contohnya, “Tampilkan semua faktur untuk Acme Corp sejak Januari dan soroti pembayaran yang terlambat,” tanpa harus mengetahui rincian teknis dari sistem tersebut.

Perubahan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dalam pengembangan, tetapi juga mengubah cara perusahaan memandang integrasi perangkat lunak. Dengan menggunakan antarmuka berbasis bahasa alami, akses data yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari dapat disederhanakan menjadi percakapan instan. Konsekuensi dari pergeseran ini akan mendorong perusahaan untuk merekrut tenaga kerja baru, seperti arsitek kemampuan dan insinyur ontologi, yang fokus pada memahami dan mendesain sistem yang lebih bersifat human-centric.

Para pemimpin perusahaan diharapkan untuk mulai mempertimbangkan kebijakan integrasi berbasis bahasa alami sebagai lapisan utama dalam arsitektur mereka, dan mendorong pengembangan sistem yang tidak hanya fokus pada fungsi, tetapi juga pada niat pengguna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *