[original_title]

NASA Perbarui Program Bulan, Blue Origin Berpotensi Diuntungkan

fost-nepal.org – NASA akan melakukan revisi terhadap program Artemis untuk menambahkan misi uji coba bagi pendarat lunar komersial di orbit rendah Bumi tahun depan. Misi pendaratan manusia di bulan direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2028. Perubahan ini meningkatkan perhatian terhadap pendarat Blue Moon yang sedang dikembangkan oleh perusahaan luar angkasa Blue Origin milik Jeff Bezos.

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengumumkan perubahan jadwal tersebut hari ini. Ia menegaskan, “Ini akan menjadi jalur kami kembali ke bulan.” Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan peluncuran misi Artemis 2, yang akan mengirimkan empat astronaut mengelilingi bulan menggunakan kapsul Orion. Misi ini dijadwalkan paling cepat pada bulan April, meskipun terdapat masalah dengan kebocoran tekanan helium yang menyebabkan penundaan peluncuran.

Sebelumnya, NASA merencanakan misi pendaratan crewed pada Artemis 3 tahun depan. Namun, perkembangan pendarat Starship dari SpaceX berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan. Dalam rencana baru, Artemis 3 akan berfungsi sebagai misi uji coba untuk pendarat Starship dan/atau Blue Moon.

Revisi juga menyentuh rencana pengembangan tahap atas generasi terbaru untuk roket SLS, di mana NASA dan mitra komersialnya akan fokus pada konfigurasi roket yang memungkinkan peluncuran ke permukaan bulan setiap tahun. Steve Parker, CEO Boeing Defense, menyatakan kesiapan dalam mendukung percepatan jadwal peluncuran ini.

Blue Origin juga meningkatkan program pengembangan Blue Moon dan merencanakan peluncuran versi tidak berawaknya ke bulan dalam waktu dekat. Mereka sebelumnya memenangkan kontrak senilai $3,4 miliar dari NASA untuk menyediakan versi berawak dari pendarat tersebut, dimulai dengan misi Artemis 5 pada tahun 2029.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *