fost-nepal.org – Laptop gaming kini menjadi fokus utama AMD, yang berhasil memenangkan sejumlah desain dari Intel. Salah satu contoh menonjol adalah Razer Blade 16 2025, yang menggunakan prosesor AMD Ryzen AI 9 HX 370, alih-alih chip Intel. Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan daya saing AMD di pasar laptop gaming.
Rumor berkembang bahwa AMD berencana meluncurkan chip generasi berikutnya pada CES 2026, yang akan dibangun dengan arsitektur Zen 6. Di sisi lain, Apple juga terus berinovasi dengan lini chip M-series yang sudah menjadi favorit sejak diluncurkan pada tahun 2020. Chip ini memberikan peningkatan signifikan dalam performa dan daya tahan baterai untuk produk-produk seperti MacBook dan iPad.
Saat ini, chip terbaru dari Apple adalah keluarga M5 yang dirilis untuk MacBook, meskipun masih terbatas pada model 14 inci MacBook Pro. Model sebelumnya, seperti M4 dan M1, masih tersedia di pasar. Ini penting untuk diketahui, terutama bagi konsumen yang mungkin mempertimbangkan membeli model yang lebih lama seperti M2 Max atau M3 Pro.
Rumor menyebutkan bahwa M5 MacBook Air, M5 Pro MacBook Pro, dan M5 Max MacBook Pro akan diluncurkan pada awal 2026. Dalam konteks yang lebih luas, bagi pengguna biasa yang sering menggunakan aplikasi perkantoran dan perangkat lunak pengeditan foto, laptop dengan chip Intel Core Ultra V-series, seperti Core Ultra 7 258V, direkomendasikan karena menawarkan performa baik dengan daya tahan baterai yang mengesankan.
Sementara itu, Qualcomm juga menjadi alternatif, menawarkan laptop dengan harga lebih terjangkau dan daya tahan baterai yang tidak kalah dibandingkan dengan chip lainnya. Beberapa model Snapdragon dapat ditemukan dengan kisaran harga mulai $799, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen dengan anggaran terbatas.