[original_title]

Pionir bioteknologi Seattle menuai sukses setelah lama berusaha

fost-nepal.org – Industri bioteknologi semakin dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan yang dirancang melalui teknologi komputer serta tekanan investor untuk bergerak cepat. Namun, Nobel laureat Fred Ramsdell mengadopsi pendekatan berbeda, berfokus pada terapi berbasis sel, pendanaan filantropis, dan investasi pasien. Kariernya dimulai di Darwin Molecular, sebuah startup bioteknologi di Bothell, Washington, yang didirikan pada 1992 dengan dukungan dari Bill Gates dan Paul Allen. Ramsdell menekankan bahwa dukungan tersebut menciptakan lingkungan yang memungkinkan peneliti untuk berkomitmen pada penelitian yang bertujuan membuat perubahan nyata.

Ramsdell berbagi perjalanan kariernya dalam konferensi Life Science Innovation Northwest 2026 di Seattle, menjelaskan bahwa kerja keras dan dedikasi timnya di Darwin melahirkan penemuan penting mengenai sel T regulator (Tregs) yang dijuluki “pengawal sistem kekebalan”. Penemuan ini pada akhirnya mengubah penggunaan terapi untuk mengobati penyakit autoimun dan keberhasilan terapi imun kanker.

Kisah penemuan Tregs berakar pada penelitian pasca-Perang Dingin terhadap efek radiasi pada makhluk hidup, di mana sekelompok tikus dengan mutasi genetik menderita berbagai penyakit autoimun. Dari penelitian tersebut, Ramsdell dan timnya mengidentifikasi gen Foxp3 yang sangat penting dalam menjaga sistem kekebalan agar tidak menyerang sel-sel sehat tubuh. Meskipun tantangan teknologi saat itu besar, mereka berhasil menemukan potensi terapi oleh sel Tregs.

Setelah akuisisi Darwin oleh Chiroscience Group pada 1996, Ramsdell beralih ke Parker Institute for Cancer Immunotherapy yang didirikan pada 2016. Institusi ini beroperasi sebagai jaringan kolaboratif di tujuh pusat kanker besar di AS. Kini, Ramsdell juga terlibat sebagai penasihat ilmiah di Sonoma Biotherapeutics, perusahaan rintisan yang fokus pada sel Treg serta berkolaborasi dengan Regeneron untuk mengembangkan terapi sel bagi berbagai penyakit. Minatnya saat ini tertuju pada pertanyaan biologis yang lebih besar mengenai predisposisi genetik terhadap penyakit, yang dapat membuka kemungkinan baru dalam penelitian biomedis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *