fost-nepal.org – Rad Power Bikes, produsen sepeda listrik yang berbasis di Seattle, baru-baru ini mengajukan permohonan kebangkrutan Bab 11. Dalam pengajuan tersebut, perusahaan mencantumkan kreditur dengan klaim tidak terjamin terbesar, di antaranya adalah U.S. Customs and Border Protection yang mengklaim utang lebih dari 8,3 juta dolar AS terkait tarif bea masuk. Permasalahan ini merupakan cerminan dari tekanan finansial yang dihadapi oleh Rad serta industri sepeda listrik secara keseluruhan, yang mengalami penurunan permintaan setelah sebelumnya melonjak selama pandemi COVID-19.
Seorang juru bicara Rad mengungkapkan bahwa mereka tidak dapat memberikan rincian mengenai item tertentu dalam pengajuan itu. Dalam surat kepada karyawan yang dikeluarkan bulan lalu, perusahaan memperingatkan kemungkinan penutupan pada Januari mendatang akibat tantangan finansial yang signifikan, termasuk tarif dan kondisi ekonomi makro yang memburuk.
Industri sepeda listrik, termasuk Rad, telah menghadapi peningkatan beban akibat tarif yang berlaku. Laporan menunjukkan bahwa tarif impor yang diberlakukan baik di era pemerintahan Biden maupun Trump telah menyebabkan biaya produksi meningkat, yang berimbas pada penurunan penjualan sepeda. Rad mengalami penurunan pendapatan yang signifikan, dari 129,8 juta dolar AS pada 2023 menjadi 63,3 juta dolar AS hingga saat ini, dengan total liabilitas hampir mencapai 73 juta dolar AS, lebih dari dua kali lipat dari aset yang dimiliki.
Rad Power Bikes didirikan pada 2015 dengan model langsung ke konsumen dan sepeda listrik yang terjangkau, namun permintaan yang melonjak telah merosot sejak 2022. Beberapa publikasi industri mengingatkan bahwa kebijakan perdagangan yang tidak konsisten, termasuk ketentuan tarif, dapat mengacaukan keputusan pembelian di masa depan dan meningkatkan harga bagi konsumen. Seiring dengan situasi ini, banyak perusahaan e-bike lainnya juga menghadapi kesulitan yang serupa.