[original_title]

Seattle Pertimbangkan Moratorium Satu Tahun untuk Pusat Data

fost-nepal.org – Masyarakat Seattle mengungkapkan keberatannya terhadap pembangunan pusat data baru yang mendukung operasi perusahaan teknologi besar, seperti Microsoft dan Amazon. Dewan Kota Seattle sedang mempertimbangkan moratorium satu tahun terhadap fasilitas perhitungan ini setelah mendengarkan berbagai pandangan publik yang mengungkapkan kekhawatiran akan dampak lingkungan, kenaikan tagihan utilitas, dan isu keadilan sosial.

Anggota Dewan Joy Hollingsworth, yang juga sponsor rancangan moratorium, menyatakan bahwa mereka tidak ingin menghambat pertumbuhan, namun penting untuk memahami dampak dari pusat data seiring dengan ekspansi sektor tersebut. Rencana ini muncul setelah laporan mengenai lima pusat data besar yang diusulkan di Seattle, yang mendorong Wali Kota Katie Wilson untuk mempertimbangkan penundaan proyek tersebut. Sejak itu, beberapa pengembang telah membatalkan rencana mereka.

Dari penelitian yang dilakukan Gallup, ditemukan bahwa tujuh dari sepuluh warga Amerika menolak pembangunan pusat data untuk aplikasi AI di daerah mereka. Separuh warga AS mengaku lebih khawatir dibandingkan terangsang oleh kemajuan AI yang semakin meluas dalam kehidupan sehari-hari. Seattle sendiri memiliki sekitar 30 pusat data, namun kebanyakan berukuran kecil. Proyek-proyek yang diusulkan dapat menyerap hingga 369 megawatt energi, yang setara dengan sepertiga dari konsumsi energi harian rata-rata kota tersebut.

Dewan Kota Seattle juga berencana untuk memperkenalkan regulasi yang mengatur izin dan dampak pembangunan pusat data, serta menawarkan kerangka kerja untuk perjanjian sukarela dengan pemangku kepentingan lokal yang dapat mengatasi isu-isu seperti polusi dan dampak sosial lainnya. Rapat komite dewan dijadwalkan berlangsung pada 3 Juni mendatang untuk memutuskan rancangan kebijakan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *