fost-nepal.org – Penggunaan kecerdasan buatan generatif (AI) telah terbukti meningkatkan produktivitas talenta digital di Indonesia hingga 50 persen. Hal ini terungkap dalam survei terbaru bertajuk Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026, yang melibatkan 3.163 talenta digital.
Survei menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh developer profesional merasakan peningkatan produktivitas antara 20% hingga lebih dari 50% berkat integrasi AI generatif dalam proses kerja mereka. CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, menyatakan bahwa 75% developer percaya pentingnya mempelajari teknologi dan keterampilan praktis di luar pendidikan formal. Data menunjukkan bahwa 63% dari mereka mengandalkan kursus online sebagai sumber utama pembelajaran.
Menurut Narenda, dewan pengarah Dicoding, pendidikannya telah memberikan dampak ekonomi signifikan, mencapai Rp6,5 triliun dalam mendukung pengembangan talenta digital selama 11 tahun terakhir.
Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, menyoroti fakta menarik dari survei IDO 2026 terkait relevansi pembelajaran teknologi di tengah banyaknya pemutusan kerja. Ia mencatat bahwa perusahaan non-IT kini menjadi pihak terbesar dalam merekrut talenta digital. Dalam era disrupsi AI ini, penting untuk mempertanyakan relevansi belajar teknologi. Oon menegaskan bahwa jawabannya adalah positif, tetapi metode pembelajaran harus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Tren yang muncul menunjukkan bahwa kursus online kini menjadi pilihan utama lebih dari 63% developer profesional. Dengan adanya perubahan ini, diharapkan talenta digital Indonesia dapat terus berkompetisi dan berkembang di pasar kerja yang semakin dinamis.