Trump Inginkan Minyak Venezuela, Namun Tantangannya Besar

fost-nepal.org – Presiden Donald Trump mengemukakan visinya terkait masa depan Venezuela, yang mencakup penghasilan besar bagi perusahaan minyak AS dari sumber daya minyak negara tersebut. Dalam konferensi pers, Trump menyatakan harapannya agar perusahaan minyak terbesar di Amerika Serikat dapat berinvestasi miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur minyak Venezuela yang rusak parah, terutama setelah penangkapan mendadak Presiden Nicolás Maduro.

Meski demikian, para ahli memperingatkan bahwa realitas di lapangan, seperti harga minyak global dan kestabilan jangka panjang di Venezuela, dapat membuat rencana ini jauh lebih sulit direalisasikan daripada yang dikira Trump. Lorne Stockman, seorang analis dari Oil Change International, mengatakan bahwa ada jurang pemisah yang besar antara apa yang dipahami oleh pemerintah Trump mengenai kondisi industri minyak global dan apa yang sebenarnya diinginkan perusahaan-perusahaan Amerika.

Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun produksi minyaknya anjlok sejak pertengahan 1990-an, setelah Presiden Hugo Chávez melakukan nasionalisasi industri tersebut. Hingga 2018, negara ini hanya mampu memproduksi 1,3 juta barel per hari, jauh berkurang dibandingkan lebih dari 3 juta barel per hari pada akhir 1990-an. Sanksi yang dikenakan pada Venezuela selama masa pemerintahan Trump juga semakin memperparah penurunan produksi.

Trump menyiratkan bahwa pembebasan dan peningkatan produksi minyak akan membawa keuntungan besar bagi industri minyak dan gas. Cara berpikir ini, yang merupakan hasil dari filosofi “bor, bayi, bor”, mencerminkan pandangan Trump yang lebih besar dalam geopolitik energi. Rory Johnston, seorang peneliti pasar minyak Kanada, menilai bahwa Trump melihat geopolitik energi seolah-olah dunia adalah papan permainan, di mana menangkap Maduro menciptakan kontrol atas sumber daya minyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *