fost-nepal.org – Dalam upaya untuk memperluas penjualan mobil listrik secara langsung, produsen otomotif Rivian dan Lucid Motors mendapatkan dukungan dari beberapa dealer mobil di Washington. Dukungan ini muncul di tengah ancaman inisiatif pemungutan suara yang berpotensi merubah aturan penjualan mobil di negara bagian tersebut. Saat ini, hanya Tesla yang diizinkan untuk menjual mobil secara langsung kepada konsumen di Washington, yang bertujuan untuk melindungi dealer franchisenya dari persaingan.
Di bulan Desember lalu, Rivian memulai langkah untuk membawa isu ini kepada pemilih pada pemilu mendatang. Pada hari Jumat, Komite Transportasi Senat akan mempertimbangkan RUU Senat 6354, yang memberikan pengecualian terbatas bagi Rivian dan Lucid, namun tidak mencakup produsen mobil listrik yang lebih kecil atau pendatang baru di pasar.
Beberapa pemilik dealership lokal mengemukakan pendapat mereka dalam sidang yang diadakan Selasa lalu. Salah satu di antaranya, Greg Rairdon, menyatakan bahwa RUU ini merupakan kompromi yang adil namun mengingatkan akan potensi keunggulan kompetitif yang tidak seimbang bagi produsen jika penjualan langsung lebih dibuka. Saat ini, negara bagian seperti Oregon dan California telah memperbolehkan seluruh produsen EV melakukan penjualan langsung, yang menyebabkan konsumen di Washington terpaksa membeli secara online atau melakukan perjalanan ke negara bagian lain.
Abigail Ramsden dari Rivian menyatakan dukungannya terhadap RUU tersebut, yang dianggapnya dapat meningkatkan pelayanan konsumen. Sebelumnya, industri otomotif listrik serta kelompok lingkungan mencoba mendorong legislatif untuk membuka penjualan langsung, tetapi gagal. Jika RUU ini disetujui, rencana pemungutan suara mungkin tidak perlu dilakukan. Namun, beberapa pihak masih menentang langkah ini, khawatir dampak negatif bagi sistem dealer yang sudah ada.
RUU ini juga mencakup peningkatan biaya layanan dokumentasi dealer kendaraan, dan dana tambahan dari biaya tersebut akan digunakan untuk program bantuan kendaraan listrik bagi rumah tangga berpendapatan rendah serta infrastruktur transportasi umum. Sesi legislatif dijadwalkan berakhir pada 12 Maret.