fost-nepal.org – Google baru saja meluncurkan FunctionGemma, sebuah model AI dengan 270 juta parameter yang dirancang untuk mengatasi kendala yang sering dihadapi dalam pengembangan aplikasi modern, yaitu keandalan di perangkat lokal. Model ini tidak hanya berfungsi sebagai chatbot umum, tetapi khusus untuk menerjemahkan perintah bahasa alami menjadi kode terstruktur yang dapat dijalankan tanpa koneksi ke cloud.
Peluncuran ini menandai perubahan strategi besar bagi tim Google DeepMind dan Pengembang AI Google. Sementara industri lainnya berfokus pada model berskala triliunan parameter di cloud, FunctionGemma hadir sebagai solusi “Model Bahasa Kecil” yang berjalan secara lokal di ponsel, browser, dan perangkat IoT. Hal ini memberikan keuntungan bagi insinyur AI dan para pengembang dengan kemampuan untuk menangani logika kompleks secara on-device dengan latensi yang minimal.
FunctionGemma menghasilkan tingkat akurasi hingga 85% untuk tugas-tugas panggilan fungsi, meningkat signifikan dari 58% yang dicapai oleh model kecil yang tidak terlatih. Model ini dapat memproses argumen kompleks, termasuk koordinat grid untuk mekanik permainan.
Google juga menyediakan data pelatihan dan dukungan ekosistem untuk memudahkan pengembang dalam membangun sistem mereka. Pendekatan lokal ini membawa tiga manfaat utama: privasi, latensi yang lebih rendah, dan penghematan biaya, karena tidak ada biaya per-token untuk interaksi sederhana.
Dengan adanya FunctionGemma, para pengembang dan arsitek sistem diarahkan untuk mengubah sistem AI besar menjadi sistem yang lebih fleksibel, mengurangi kebutuhan akan model cloud yang mahal. Model ini juga menjamin keamanan data sensitif, yang sangat penting di sektor seperti keuangan dan kesehatan. FunctionGemma diharapkan bisa menjadi solusi bagi berbagai perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pengembangan aplikasi yang lebih efisien dan aman.